Sabtu, 05 Mei 2012

Plasmodium sp (Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax)

Diposkan oleh Cendani Laras di 22.25



Plasmodium sp pada manusia menyebabkan penyakit malaria dengan gejala demam, anemia dan spleomegali (pembengkakan spleen).
 Dikenal 4 (empat) jenis plasmodium, yaitu :
1.Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana (malaria tertiana begigna).
2.Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana
3.Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropika (malaria tertiana maligna).
4.Plasmodium ovale menyebabkan malaria ovale.
Malaria menular kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. dalam siklus hidupnya. Plasmodium sp berproduksi secara sexual (sporogoni)dan asexual (schizogon) di dalam host yang berbeda, host dimana terjadi reproduksi sexsual, disebut host definitive sedangakn reproduksi asexual terjadi pada host intermediate. Reproduksi sexual hasinya disebut sporozoite sedangkan hasil reproduksi asexual disebut merozoite.










Plasmodium falciparum

Plasmodium falciparum mempunyai klasifikasi sebagai berikut :
Kingdom : Haemosporodia
Divisio : Nematoda
Subdivisio : Laveran
Kelas : Spotozoa
Ordo : Haemosporidia
Genus : Plasmodium
Species : Falcifarum
Hospes
Manusia merupakan hospes perantara(intermediet)
nyamuk Anopheles betina menjadi hopses definitifnya atau merupakan vektornya.

Distribusi geografik
Parasit ini ditemukan didaerah tropic, terutama di Afrika dan Asia Tenggara. Di Indonesia parasit ini terbesar di seluruh kepulauan

.Morfologi dan daur hidup
Parasit ini merupakan species yang berbahaya karena penyakit yang ditimbulkannya dapat menjadi berat dan menyebabkan kematian.
·         SIKLUS ASEKSUAL
Siklus di luar sel darah/ eksoeritrositer(dalam hati)
Perkembangan dapat dilihat dalam hati adalah skizom yang berukuran ± 30 µ pada hari keempat setelah infeksi.
Jumlah morozoit pada skizon matang (matur) kira-kira 40.000 bentuk cacing stadium trofosoit muda plasmodium falciparum sangat kecil dan halus dengan ukuran ±1/6 diameter eritrosit. Pada bentuk cincin dapat dilihat dua butir kromatin; bentuk pinggir (marginal) dan bentuk accole sering ditemukan. Beberapa bentuk cincin dapat ditemukan dalam satu eritrosit (infeksi multipel). Walaupun bentuk marginal, accole, cincin dengan kromatin ganda dan infeksi multiple dapat juga ditemukan dalam eritrosit yang di infeksi oleh species plasmodium lain pada manisia, kelainan-kelainan ini lebih sering ditemukan pada Plasmodium Falciparum dan keadaan ini penting untuk membantu diagnosis species.
Bentuk cincin Plasmodium falciparum kemudian menjadi lebih besar, berukuran seperempat dan kadang-kadang setengah diameter eitrosit dan mungkin dapat disangka parasit Plasmodium malariae. Sitoplasmanya dapat mengandung satu atau dua butir pigmen. Stadium perkembangan siklus aseksual berikutnya pada umumnya tidak berlangsumg dalam darah tepi, kecuali pada kasus brat (perniseosa).
Siklus di dalam sel darah merah / eritrositer
Adanya skizon muda dan matang Plasmodium falciparum dalam sediaan darah tepi berarti keadaan infeksi yang berat sehingga merupakan indikasi untuk tindakan pengobatan cepat.
Bentuk skizon muda Plasmodium falciparum dapat dikenal dengan mudah oleh adanya satu atau dua butir pigmen yang menggumpal. Pada species parasit lain pada manusia terdapat 20 atau lebih butir pigmen pada stadium skizon yang lebih tua. Bentuk cincin da tofozoit tua menghilang dari darah tepi setelah 24 jam dan bertahan dikapiler alat-alat dalam, seperti otak, jantung, plasenta, usus atau sumsum tulang; di tempat – tempat ini parasit berkembang lebih lanjut.
Dalam waktu 24 jam parasit di dalam kapiler berkembang biak secara zkisogoni. Bila skison sudah matang, akan mengisi kira-kira 2/3 eritrosit. Akhirnya membelah-belah dan membentuk 8 – 24 morozoit, jumlah rata-rata adalah 16. skizon matang Plasmodium falciparum lebih kecil dari skizon matang parasit malaria yang lain. Derajat infeksi pada jenis malaria ini lebih tinggi dari jenis-jenis lainnya, kadang-kadang melebihi 500.000/mm3 darah.


Dalam badan manusia parasit tidak tersebar merata dalam alat-alat dalam dan jaringan sehingga gejala klinik pada malaria falciparum dapat berbeda-beda. Sebagian besar kasus berat dan fatal disebabkan oleh karena eritrosit yang dihinggapi parasit menggumpal dan menyumbat kapiler.
Pada malaria falciparum eritrosit yang diinfeksi tidak membesar selama stadium perkembangan parasit. Eritrosit yang mengandung trofozoit tua dan skizon mempunyai titik kasar berwarna merah (titik mauror) tersebar pada dua per tiga bagian eritrosit. Pembentukan gametosit berlangsung dalam alat-alat dalam, tetapi kadang-kadang stadium mudah dapat ditentukan dalam darah tepi. Gametosis muda mempunyai bentuk agak lonjong, kemudian menjadi lebih panjang atau berbentuk elips; akhirnya mencapai bentuk khas seperti sabit atau pisang sebagai gametosis matang. Gametosis untuk pertama kali tampak dalam darah tepi setelah beberapa generasi mengalami skizogoni biasanya kira-kira 10 hari setelah parasit pertama kali tampak dalam darah. Gametosis betina atau makrogametosis biasanya lebih langsing dan lebih panjang dari gametosit jantang atau mikrogametosit, dan sitoplasmanya lebih biru dengan pulasan Romakonowsky. Intinya lebih lebih kecil dan padat, berwarna merah tua dan butir-butir pigmen tersebar disekitar inti. Mikrogametozit membentuk lebih lebar dan seperti sosis. Sitoplasmanya biru, pucat atau agak kemerah-merahan dan intinya berwarna merah mudah, besar dan tidak padat, butir-butir pign\men disekitan plasma sekitar inti.
Jumlah gametosit pada infeksi Falciparum berbeda-beda, kadang-kadang sampai 50.000 – 150.000/mm3 darah, jumlah ini tidak pernah dicapai oleh species Plasmodium lain pada manusia. Walaupun skizogoni eritrosit pada Plasmodium falciparum selesai dalam waktu 48 jam dan priodisitasnya khas terirana, sering kali pada species ini terdapat 2 atau lebih kelompok-kelokpok parasit, dengan sporolasi yang tidak singkron, sehingga priodesitas gejala pada penderita menjadi tidak teratur, terutama pada stadium permulaan serangan malaria.
·         SIKLUS SEKSUAL/SPOROGONI
Siklus seksual Plasmodium falciparum dalam nyamuk sama seperti pada Plasmodium yang lain. Siklus berlangsung 22 hari pada suhu 20o C, 15 – 17 hari pada suhu 23o C dan 10 – 11 hari pada suhu 25o C – 28o C. pigmen pada obkista berwarna agak hitam dan butir butinya relative besar, membentuk pola pada kista sebagai lingkaran ganda sekitar tepinya, tetapi dapat tersusun sebagai lingkaran kecil dipusat atau sebagai garis lurus ganda. Pada hari ke- 8 pigmen tidak tampak kecuali beberapa butir masih dapat dilihat







SKEMA SIKLUS HIDUP

PEMERIKSAAN PARASIT SECARA MiKROSKOPIS
Dalam pemeriksaan parasit malaria digunakan sediaan darah tebal dan sediaan darah tipis.
Sediaan darah tebal
Keuntungan dalam pemeriksaan darah tebal:
·         Membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk memeriksa dan menemukan parasit yang pertama
·         Kalau kepadatan parasit rendah, kemungkinan besar dapat di temukan positif dengan mudah.
Kekurangan dalam pemeriksaan darah tebal:
·         Bentuk parasit tidak kelihatan sempurna
Bentuk parasit pada sediaan darah tebal
a.       Troposoit muda (bentuk cincin)
                                                        i.            Bentuk kecil dengan inti yang kecil dan sitoplasma yang halus
                                                      ii.            Mempunyai dua inti
                                                    iii.            banyak sekali bentuk cincin tanpa disertai tingkat parasit yang lebih tua/ dewasa secara praktis pasti plasmodium falciparum
b.      tropozoit sedang berkembang
 bentuk cincin yang tebal dan besar menyerupai cincin muda dari vivax, kadang-kadang butir atau kabut pigmen agak kelihatan

c.       tropozoit dewasa
                                                        i.            vakuola cincin yang sering tidak ada atau hampir tidak ada
                                                      ii.            parasit sangat kecil dan kompak
                                                    iii.            sitoplasma biasanya pucat, ovale, dan bulat tidak teratur
                                                    iv.            sebuah inti yang besar kumpulan pigmen yang berkabut atau kelompok yang sangat gelap kira-kira sebear inti
                                                      v.            biasanya hanya dijumpai pada infeksi berat saja dimana terlihat bentuk ring yang banyak jumlahnya.
d.      sison muda
                                                        i.            jarang sekali terlihat dan biasanya bersama-sama dengan sejumlah besar tropozoit sedang berkembang
                                                      ii.            sangat kecil dengan dua inti atau lebih dengan sedikit sekali sitoplasma yang sering-sering berwarna pucat
                                                    iii.            pigmen terdiri dari satu kelompok kecil atau lrbih, padat dan berwarna gelap sekali
e.       sison dewasa
                                                        i.            jarang sekali ditemukan pada darah tepi kecuali pada infeksi berat
                                                      ii.            selalu bersamaan dengan banyak bentuk cincin yang kecil
                                                    iii.            mempunyai 20 atau lebih merozoit kecil yang berkumpul disekitar satu kelompok kecil yang berwarna gelap sekali
f.       gametosit muda
                                                        i.            kadang-kadang panjang, langsing, dan runcing kedua ujungnya
                                                      ii.            pigmen tersebar rata sampai ke ujung
                                                    iii.            biasanya ditemani banyak merozoit
g.       gametosit dewasa
                                                        i.            bentuk pisang atau kacang kedelai
                                                      ii.            pada bagian yang tebal dari sediaan dapat berbentuk bulat, bujur telur, ataukelihatan agak rusak yang mana dapat diragukan dengan tropozoit dewasa atau gametosit malariae, kadang-kadang terdapat “balon merah” dipinggir luar dimana diagnosa falciparum dapat ditegakkan.
                                                    iii.            Dapat bersama sama bentuk cincin atau tanpa cincin
           

Sediaan darah tipis
Keuntungan :
·         Bentuk stadium parasit kelihatan jelas dan sempurna
Kekurangan:
·         Dalam pemeriksaan membutuhkan waktu yang lama sekali untuk menemukan parasit yang pertama dan menyelesaikan pemeriksaannya
·         Kalau kepadatan parasit rendah, besar kemungkinan akan diagnosa negatif.
Bentuk parasit pada sediaan darah tipis
a.       Bentuk cincin (tropozoit awal)
                                i.            Ukuran 1/5 dari eritrosit
                              ii.            Bentuk cincin sangat halus
                            iii.            Kromatin titiktitik halus sering kali dua
                            iv.            Bentuk accole sering
                              v.            Pigmen pada stadium ini tidak ada

b.      Tropozoit sedang berkembang
                                i.            Jarang terlihat pada darah perifer
                              ii.            Mempunyai ukuran kecil
                            iii.            Bentuk padat
                            iv.            Vakuola tidak di kenal
                              v.            Kromatin titik-titik atau batang-batang
                            vi.            Berpigmen bentuk kasar
                          vii.            Warna hitam, jumlah sedang
                        viii.            Penyebran terkumpul dalam dua kelompok

c.       Sison imature(muda)
                                i.            Jarang terlihat pada darah perifer
                              ii.            Ukuran hampir mengisi eritrosit
                            iii.            Bentuk padat
                            iv.            Kromatin banyak berupa massa irreguler
                              v.            Pigmen tersebar

d.      Sison matur(tua)
                                i.            Jarang terlihat dalam darah perifer
                              ii.            Ukuran hampir mengisi erytrosit
                            iii.            Bentuk berpigmen
                            iv.            Merozoit 32, rata-rata 24 berukuran kecil
                              v.            Pigmen tersebar

e.       Makrogametosit
                                i.            Jumlah dalam darah banyak
                              ii.            Ukuran lebih besar dari pada erytrosit
                            iii.            Bentuk bulan sabit ujung runcing/ bulat
                            iv.            Sitoplasma biru tua
                              v.            Kromatin melebar halus
                            vi.            Pigmen granula-granula hitam tersebar

f.       Mikrogametosit
                                  i.            Waktu timbul 7-12 hari
                                ii.            Jumlah dalam darah banyak
                              iii.            Ukuran lebih besar dari pada erytrosit
                              iv.            Bentuk seperti pisang (ginjal)
                                v.            Sitoplasma biru kemerahan
                              vi.            Kromatin granula kasar  terkumpul
                            vii.            Pigmen granula hitam, inti bulat




Gambar perbedaan pada sediaan darah tebal dan tipis





Patologi dan gejala-gejala.
Masa tunas intrinsic malaria falciparum berlangsung antara 9-14 hari. Penyakitnya mulai dengan sakit kepala, punggung dan ekstremitas, perasaan dingin, mual, muntah atau diare ringan. Demam mungkin tidak ada atau ringan dan penderita tidak tampak sakit; diagnosis pada stadium ini tergantung dari anamosis tentang kepergian penderita ke daerah endemic malaria sebelumnya. Penyakit berlangsung terus, sakit kepala, punggung dan ekstremitas lebih hebat dan keadaan umum memburuk. Pada stadium ini penderita tampak gelisah, pikau mental (mentral cunfuncion). Demam tidak teratur dan tidak menunjukkan perodiditas yang jelas.
Ada anemia ringan dan leucopenia dengan monositosis. Pada stadium dini penyakit penyakit dapat didiagnosis dan diobati dengan baik, maka infeksi dapat segera diatasi. Bila pengobatan tidak sempurna, gejala malaria pernisiosa dapat timbul secara mendadak. Istilah ini diberikan untuk penyulit berat yang timbul secara tidak terduga pada setiap saat, bila lebih dari 5 % eritrosit di-infeksi.
Pada malaria Falciparum ada tiga macam penyulit :
1.Malaria serebral dapat dimulai secara lambat atau mendadak setelah gejala permulaan.
2.Malaria algida menyerupai syok/renjatan waktu pembedahan.
3.gejala gastro-intestinal menyerupai disentri atau kolera.
Malaria falciparum berat adalah penyakit malaria dengan P.falciparum stadium aseksual ditemukan di dalam darahnya, disertai salah satu bentuk gejala klinis tersebut dibawah ini (WHO, 1990) dengan menyingkirkan penyebab lain (infeksi bakteri atau virus) :
1.malaria otak dengan koma (unarousable coma)
2.anemia normositik berat
3.gagal ginjal
4.Edema paru
5.Hipoglikemia
6.syok
7.Perdarahan spontan/DIC (disseminated intravascular coagulation)
8.kejang umum yang berulang.
9.Asidosis
10.Malaria hemoglobinuria (backwater fewer)
Manifestasi klinis lainnya (pada kelompok atau daerah didaerah tertentu) :
1.Gangguan kesadaran (rousable)
2.penderita sangat lemah (prosrated)
3.Hiperparasitemia
4.Ikterus (jaundice)
5.hiperpireksia
Hemolisis intravascular secara besar-besaran dapat terjadi dan memberikan gambaran klinis khas yang dikenal sebagai “blackwater fever” atau febris iktero-hemoglobinuria. Gejala dimulai dengan mendadak, urin berwarna merah tua samapi hitam, muntah cairan yang berwarna empedu, ikterus, badan cepat lemah dan morolitasnya tinggi. Pada “blackwater” parasit sedikit sekali, kadang-kadang tidak ditemukan dalam darah tepi.
Didalam gejala kliniknya malaria Falciparum memiliki beberapa tipe/ komplikasi:
a)      Demam remiten bilosa( bilious remiten fever)
·         Gejala: 
§  Mual dan muntah terus menerus
§  Ikterus
§  Nyeri epigastrium
§  Nyeri tekan pada daerah hepar
·         Komplikasi:
§  Dehidrasi
§  Gangguan keseimbangan elektrolit dan mineral


b)      Malaria cerbral / malaria camatosa
·         Gejala:
§  Sakit kepala
§  Hiperpireksia
§  Kejang-kejang
§  Disorientasi (bingung) dan gejala psikotik
§  Koma
Gejala diatas terjadi karena oedem otak, obstruksi kapiler, iskhemia lokal dan anoxia otak.
c)      Malaria algit
·         Gejala:
§  Keringat berlebihan
§  Syncope (pingsan)
§  Ikterus
§  Diare akut
§  Anemia
d)      Black Water Fever (BWF)
Terjadi hemolisis intra vaskuler dengan hemoglobinuria disertai manifestasi infeksi Plasmodium falciparum. Hal ini disebabkan sering kali oleh pengobatan dengan kinin yang tidak teratur sehingga timbul respon Imunologi terhadap obat tersebut.

Cara penularan
        I.            Secara alamiah / natural infection
Terjadi melalui gigitan nyamuk anopheles
     II.            Secara tak alamiah
1)      Malaria bawaan (congenital)
Terjadi pada bayi yang baru dilahirkan, karena ibunya menderita malaria.
Penularan terjadi melalui tali pusat atau plasenta
2)      Secara mekanik
Penularan terjadi melalui transfusi darah atau melalui jarum suntik
3)      Secara oral / mulut
Cara penularan ini pernah dibuktikan pada burung.
Diagnosis
Diagnosis malaria falcifarum dapat dibuat dengan menemukan parasit trofozoit muda ( bentuk cincin ) tanpa atau dengan stadium gametosit dalam sediaan darah tepi. Pada autopsy dapat ditemukan pigmen dan parasit dalam kapiler otak dan alat-alat dalam.





Plasmodium vivax
Plasmodium vivax
Dewasa P. vivax trofozoit
Raya:
Superfilum:
Filum:
Kelas:
Order:
Keluarga:
Genus:
Spesies:
Plasmodium vivax
Plasmodium vivax


Hospes
Manusia merupakan hospes perantara(intermediet)
nyamuk Anopheles betina menjadi hopses definitifnya atau merupakan vektornya.


Untuk kelangsungan hidup plasmodium vivax memerlukan dua macam siklus
Bentuk aseksual:
§  Belum menghasilkan trophozoites (Ring atau stempel berbentuk cincin), sekitar 1/3 dari diameter sebuah RBC.
§  Trophozoites matang: Sangat tidak teratur dan halus (digambarkan sebagai amoeboid ); proses pseudopodial banyak terlihat. Kehadiran butiran halus pigmen coklat (malaria pigmen) atau hematin mungkin berasal dari hemoglobin dari sel darah merah yang terinfeksi.
§  Schizonts (juga disebut meronts): Sebagai besar sebagai sel darah merah normal, sehingga sel darah terparasit menjadi buncit dan lebih besar dari biasanya. Ada sekitar enam belas merozoit.
Bentuk Seksual:
 gametosit: Bundar.
Pada gametosit Plasmodium vivax biasanya ditemukan dalam darah perifer pada sekitarakhir minggu pertama parasitemia.


Siklus Hidup Plasmodium vivax
 Infeksi Plasmodium vivax berlangsung di manusia ketika nyamuk betina Anopheles yang terinfeksi mengisap darah dari orang yang sehat. Selama makan, nyamuk menyuntikkan sporozoit untuk mencegah pembekuan darah dan air liur, ribuan sporozoit yang diinokulasi ke dalam darah manusia; dalam waktu setengah jam-the sporozoit mencapai hati. Di sana mereka memasuki sel hati, berubah menjadi bentuk tropozoite dan memakan sel-sel hati, dan bereproduksi secara aseksual. Proses ini menimbulkan ribuan merozoit (plasmodium sel anak) dalam sistem peredaran darah dan hati.


A.     Siklus aseksual (dalam tubuh manusia)
1.      Siklus diluar sel darah / eksoeritrositer
Terjadi didalam hati dan terbagi lagi dalam fase eksoeritrositer primer dan sekunder. Eksoeritrositer sekunder adalah suatu fase dari siklus hidup parasit yang dapat menyebabkan penyakit kambuh atau rekurensi (long term relapse). Menurut literatur plasmodium vivax dapat kambuh berkali-kali sampai jangka waktu 3-4 tahun.





2.      Siklus didalam sel darah/ eritrositer
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/3/38/IEcycle.PNG/220px-IEcycle.PNG


·         Siklus sisogoni yang menimbulkan demam
·         Fase gametogoni yang menyebabkan seseorang menjadi sumber penular penyakit bagi nyamuk malaria (anopheles)
B.     Siklus seksual (dalam tubuh nyamuk anopheles)
Siklus ini disebut juga sebagai siklus sporogoni, karena menghasilkan sporosoit, yaitu bentuk stadium parasit yang sudah siap untuk ditularkan ke manusia, berlangsungnya siklus ini disebut juga masa inkubasi ekstrinsik yang sangat dipengaruhi oleh suhu dan kelembapan udara.


PEMERIKSAAN PARASIT SECARA MIKROSKOPIS
Dalam pemeriksaan parasit malaria digunakan sediaan darah tebal dan sediaan darah tipis.
Bentuk parasit pada sediaan darah tebal yang diwarnai:
·         Tropozoit muda (ring form)
Halus, kecil, dan sering kali pecah
·         Tropozoit
Sitoplasma jelas ireguler
·         Skizon
Banyak mengandung merozoit kecil dan rata-rata 16
·         Gametosit
Parasit padat dengan gambaran jantan dan betina
            Bentuk parasit pada sediaan darah tipis
·         Bentuk cincin (tropozoit awal)
ü  Ukuran1/3 erytrosit
ü  Bentuk cincin tebal
ü  Kromatin massa padat
ü  Berbatas jelas
ü  Bentuk accole kadang-kadang
ü  Pigmen tidak ada


·         Bentuk tropozoit sedang berkembang
ü  Ukuran besar, bentuk sangat irreguler, vakuola nyata
ü  Kromatin titik-titik atau benang-benang
ü  Pigmen halus , warna kuning coklat
ü  Penyebaran partikel halus
ü  Penyebaran tersebar rata
·         Skizon imature (muda)
ü  Ukuran hampir mengisi seluruh erytrosit
ü  Bentuk sedikit amoeboit
ü  Kromatin banyak berupa massa irreguler
ü  Pigmen tersebar
·         Skizon matur (dewasa)
ü  Mengisi erytrosit
ü  Bentuk bersegmen
ü  Merozoit 14-24 dan rata-rata 16
ü  Ukuran sedang
ü  Pigmen berkumpul ditengah (kuning coklat)
·         Mikrogametosit
ü  Waktu timbul 3-5 hari
ü  Jumlah dalam darah banyak, ukuran mengisi erytrosit yang membesar
ü  Bentuk bulat atau ovale dan padat
ü  Sitoplasma biru pucat
ü  Kromatin fibril-fibril dengan gelombang di dawrah sekitar yang tidak berwarna
ü  Pigmen tersebar
·         Makrogametosit
ü  Jumlah dalam darah banyak dan kran mengisi erytrosit yang membesar
ü  Bentuk bulat / ovale dan padat
ü  Sitoplasma biru tua
ü  Kromatin merupakan massa pada diperifer
ü  Pigmen sedikit bersamaan dan sekeliling perifer











Gambar perbedaan sediaan darah tipis dan tebal pada plasmodium vivax





Gejala klinik malaria vivax
                                                        i.            Serangan pertama didahului gejala prodromal pada permulaan penyakit demam tak teratur karena adanya beberapa kelompok parasit yang berbeda saat sporulasinya. (jumlah parasit sedikit)
                                                      ii.            Setelah 2-4 hari demam menjadi demam teratur tiap 48jam.(jumlah parasit banyak)
Gejala lain:
o   Mual,muntah, sakit kepala
o   Anemia (tahap lanjut) pada serangan pertama tidak jelas.
o   Splemomegali (tampak pada minggu ke-2) sangat besar dan keras setelah menjadi kronis.
Malaria vivax penting bukan karena angka kematiannya tetapi akibat relapsnya bisa menyebabkan kondisi yang menurun pada penderita.
Prognosis: baik
Diagnosis: menemukan parasit Plasmodium vivax dalam sediaan darah dengan cat giemsa.














CATATAN
Ø  Bentuk infektif plasmodium: sporozoit
Ø  Sporulasi: keluarnya merozoit dari erytrosit yang pecah pada akhir proses skizogoni.
Ø  Gametogoni: fase pembentukan makro dan mikrogamet dari gametosit (makrogametosit dan mikrogametosit)
Ø  Sporogoni: fase / proses pembentukan sporozoit dari zigot
Ø  Masa inkubasi ada dua:
                                                        i.            Masa inkubasi intrinsik
Sporozoit masuk tubuh             timbul gejala klinis pertama kali
§  Plasmodium falciparum = 11 – 14 hari
§  Plasmodium vivax = 12 – 17 hari
                                                      ii.            Masa inkubasi ekstrinsik
Masa waktu yang dibutuhkan selama fase/ stadium sexual exogen (dalam tubuh nyamuk) dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara
§  Plasmodium falciparum = 12 – 14 hari
§  Plasmodium vivax = 10 – 14 hari
Masa pre erytrositik:
§  Plasmodium falciparum: 6 hari
§  Plasodium vivax: 8 hari
Ø  Bentuk accole: suatu bentuk parasit dimana sitoplasmanya tampak sebagai garis biru yang jelas dengan titik kromatin yang terletak di tepi erytrosit.















0 komentar:

Poskan Komentar

Carly Rae Jepsen - Call Me Maybe

ONE DIRECTION- What Makes You Beautiful

JUSTIN BIEBER "BOYFRIEND" (official)

 

all about my life Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos